Jangan mau jadi orang medioker!

Posted: May 2, 2013 in Inspirasi, motivasi

MEDIOCRITY vs EXCELLENCE

Pernah mendengar kata medioker ( mediocre )?
Seorang dengan pribadi medioker biasanya bersikap atau hidup dalam mediocrity. Artinya dia hanya biasa – biasa saja ( average ). Tidak pernah mau menjadi yang lebih baik dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Cukup kalau dianggap sudah baik ( good ), tidak perlu lagi harus mengerahkan segenap kemampuan terbaiknya untuk meraih hasil yang terbaik ( great / excellent ). Yang penting pekerjaan selesai sudah sesuai job descriptionnya.
Buat apa punya impian ?
Jangan macam – macam nanti bahaya!
Gak usah neko – neko nanti kalau jatuh / gagal, sakit lho!
Jangan suka menuruti keinginanmu, lakukan saja apa yang orang lain katakan!
Ngapain bela – belain dan repot – repot mikirin kerjaan, paling – paling yang untung atau dapat nama hanya orang – orang yang ‘di atas’, kayak nguyahi segara saja!
Kita ini orang kecil, yang standar – standar saja, jangan melawan arus, ‘ngeflow’ saja dijamin hidupmu aman dan nyaman!Pernah atau sering mendengar rekan kita berkata begitu? Atau mungkin malah kita sendiri yang sering berkata begitu?Hidup tanpa impian ( dream ) atau visi adalah hidup yang kosong, tidak ada artinya. Banyak orang yang ‘kekeuh’ mengatakan tidak punya impian, tapi sesungguhnya kalau mau jujur dan menilik lebih dalam, setiap orang pasti punya impian! Adi W Gunawan dan Ariesandi, dalam Becoming a Money Magnet menuliskan tentang pentingnya membangun impian ( dreambuilding ) dan menentukan hasil yang ingin dicapai ( outcome setting ). Namun jangan hanya bermimpi, tapi harus disertai action. ‘Mimpi di siang bolong’ lebih tepat kalau ditujukan pada orang yang punya dream tanpa action ( NoAction TalkOnly ). If one dream dies, dream another dream ( Joel Osteen, dalam Your Best Life Now )

Dare to believe for greater things. Seorang pecundang lebih memilih untuk diam, tidak berani ambil resiko, karena dengan diam resiko untuk jatuh sangat kecil. Tapi dengan diamnya itu sebenarnya dia juga sudah berani mengambil resiko untuk tidak akan pernah meraih apa yang menjadi keinginan/impiannya. No pain no gain. Temukan kegagalan, berani ambil resiko. Belajarlah dari situ dan bangkit terus. Bukankah kegagalan semakin mendekatkan kita pada tujuan? So, just do it, kalau mau…..duit! ( maaf bercanda, tapi ada benarnya juga lho ).
Tetaplah fokus, dengarkan hati kecil / nuranimu yang paling dalam. Terimalah saran dan kritik dengan bijak. Berusahalah untuk dapat memberi lebih dari yang diharapkan, namun jangan pernah membuat ‘target’ untuk dapat memenuhi semua harapan / keinginan orang lain! Kita bukan superman atau wonder woman. Kita lakukan saja yang terbaik yang kita mampu, selebihnya biarkan Almighty God yang menyelesaikannya.

Dare to be different, berani tampil beda, berani menentang arus, namun tetap berpegangan pada jatidiri ( integritas ) yang kuat, tidak sembrono, tidak konyol, dan punya strategic planning yang visioner ( wow…! ).
Pohon yang besar anginnya juga besar. Rajawali terbang gagah perkasa melawan angin yang kencang.

Miliki self image yang baik, jangan rendah diri / minder. Biasakan juga melakukan self talk yang membangun / positif. ( waspadalah ! : we get what we say, wether we want to or nor, we will give life to what we’re saying, either good or bad !).

Peraturan memang harus tegas, tapi dalam penerapannya tetap harus fleksibel, tidak kaku. Dengan berdalih harus selalu berpatokan pada job description atau peraturan tidak selamanya berimbas baik, malah kadang merugikan. Cerita tentang seorang teller sebuah bank yang kaku dalam menerapkan peraturan / kebijakan, pernah membuat seorang nasabah kesal dan kecewa yang kemudian langsung menarik seluruh rekeningnya yang ada di bank tersebut. Patut disayangkan karena ternyata nasabah itu adalah John Acres, pimpinan puncak IBM.
Walaupun sebenarnya sudah cukup kuat karena akarnya yang sudah terlebih dulu tumbuh jauh ke dalam tanah ( inner- journey/growth ), pohon bambu tidak mudah patah / tumbang tertiup angin kencang juga karena kelenturannya.

Lakukan perbaikan / penyempurnaan terus-menerus (continuous improvement = Kaizen management).
Anthony Robbins dalam Unlimited Power mengartikan sukses sebagai proses berkesinambungan untuk berupaya menjadi lebih, suatu peluang untuk terus bertumbuh. Sedangkan Rick Warren dalam The Pupose Driven juga mengatakan : Kita harus MAU bertumbuh, MEMUTUSKAN untuk bertumbuh, dan melakukan UPAYA untuk bertumbuh, serta TERUS – MENERUS bertumbuh dalam pertumbuhan.

Miliki nilai tambah ( added value ), mungkin berapa ‘ ide – ide gila ‘ atau terobosan – terobosan luar biasa.
Jangan hanya puas dengan menjadi baik ( good ), jadilah great / excellent. Sekarang ini kita kalah bersaing bukan karena kita tidak cukup baik. Kita malah sudah baik, tapi kompetitor kita sudah lebih baik, bahkan jauh lebih baik. Perlu diingat: “ yang baik adalah musuh yang terbaik “! God didn’t make you to be average. Jangan hanya biasa – biasa saja, hanya dalam zona rata – rata, suam – suam kuku, lumayan, atau setengah – setengah.

Orang yang sukses tidak terpaku pada apa yang terjadi pada dirinya, melainkan bagaimana dia mempersepsikan apa yang terjadi padanya dan apa yang dia perbuat pada apa yang terjadi tersebut. Your past does not have to determine your future. We can all sit back and make excuses to stay in mediocrity. Itu mudah. We can all sit back and make excuses to have a bad attitude, to have a poor self-image. Setiap orang bisa seperti itu. But if we want to live in victory, we need to shake off self-pity and move on with our lives.

Beberapa kalimat bijak berikut, bisa kita jadikan sebagai bahan renungan untuk menutup tulisan ini :

berbuatlah lebih dari sekedar berbicara – berkomunikasilah
berbuatlah lebih dari sekedar bertumbuh – berkembanglah
berbuatlah lebih dari sekedar berpikir – berkreasilah
berbuatlah lebih dari sekedar berbagi – berilah
berbuatlah lebih dari sekedar mempertimbangkan – bijaksanalah
berbuatlah lebih dari sekedar menolong – layanilah
berbuatlah lebih dari sekedar bermimpi – bertindaklah
berbuatlah lebih dari sekedar membaca – terapkanlah
berbuatlah lebih dari sekedar menasihati – tolonglah
berbuatlah lebih dari sekedar menambah – berlipatgandakanlah
berbuatlah lebih dari sekedar mengubah – tingkatkanlah.

So, don’t settle for mediocrity, jangan mau jadi orang medioker !

( Nodustobias, Agustus 2008 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s